Friday, August 31, 2007

Apple Perkenalkan iMac Extreme


Apple memperkenalkan beberapa perangkat keras terbarunya kemarin. Di antara barang-barang tersebut terdapat versi terbaru dari Mac Mini serta sekumpulan iMac terbaru.

Empat iMac terbaru ini dijanjikan memiliki 2 model 20" serta 2 model 24". Keseluruhan iMac ini akan tetap dengan model yang sama seperti sebelumnya namun dilengkapi dengan komponen Intel yang lebih cepat, casing aluminum dan layar berkilap yang makin tipis.

Apple juga meluncurkan beberapa keyboard jenis baru yang juga sangat tipis. Keyboard ini dilengkapi dengan tombol shortcut untuk melakukan kontrol media, mengaktifkan fitur Expose dan beberapa hal lainnya.

iMac 20" dilansir akan memiliki CPU 2GHz, memori 1GB, HDD 250GB, 8x DVD SuperDrive serta kartu grafis ATI Radeon HD 2400XT. Model 20" yang lebih cepat akan memiliki CPU Core 2 Duo 2.4GHz, HDD 350GB serta kartu grafis ATI Radeon HD 2600 Pro.

Kemudian untuk model 24" nya akan memiliki spesifikasi yang sama namun dengan layar 24" serta CPU Intel Core 2 Extreme 2.8GHz. (novi)==>www.bhinneka.com

Friday, April 27, 2007

Tekan Bajakan Microsoft Kenalkan Program Asli Shop

infokomputer.com, Windows Vista yang sudah mulai dipasarkan Microsoft nampaknya bakal diperlakukan seperti anak emas. Agar tidak terus dibajak, Microsoft mengenalkan program Asli Shop di 4 mall terbesar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

4 mall yang digandeng Microsoft demi menyukseskan programnya ini adalah Harco Mangga Dua (Jakarta), Mangga Dua Mall (Jakarta), BeMall (Bandung), dan HiTech Mall (Surabaya). Keempatnya dianggap Microsoft sebagai mall besar yang selama ini berpengaruh pada penjualan beragam perangkat TI termasuk software.

Robertus B Kurnian (Ketua Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Centre) sebagai wakil dari Harco Mangga Dua menyambut baik hal ini. Ia mengatakan program Asli Shop Microsoft bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dan reseller yang sekarang masih bergantung bada software bajakan. "Kami mendukung penuh program ini, karena melalui program ini para reseller mendapatkan pengetahun mengenai produk langsung dari Microsoft sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat antara reseller dan produsen. Hal senada juga disampaikan Pamela Wibisono (Advertising Promotion Chief Hi Tech Mall, Surabaya) bahwa inti dari program ini adalah edukasi ke masyarakat dan reseller. Selain memperkenalkan teknologi terbaru Vista Asli Shop bisa meningkatkan pengetahuan konsumen terhadap teknologi TI secara keseluruhan.

Tahap awal Asli Shop dilaksanakan sampai dengan bulan Mei 2007 dengan target 550 reseller di 4 mall besar tadi. Menurut Ari Kunwidodo (Direktur Original Equipment Manufacturing, Microsoft) program ini bukan semata-mata untuk menekan reseller agar menjual produk asli Microsoft. "Pendekatan kami secara persuasif, dengan cara menawarkan banyak keuntungan yang bisa diperoleh reseller jika mendukung program ini," tegas Ari. (Brama)

Notebook Terkecil Di Dunia dari Dopod

infokomputer.com, Sering berpergian namun enggan membawa notebook yang berat? Tenang sekarang ada Dopod U1000 yang diklaim produsennya sebagai notebook terkecil dengan dukungan teknologi 3,5G.

Produk yang baru diluncurkan hari ini (28/3) menggabungkan 2 perangkat TI yang paling banyak dipakai sekarang, yaitu ponsel dan notebook. Tidak cuma itu, Dopod juga membenamkan teknologi Global Positioning System (GPS) dari SiRFStar III dengan paket peta digital dari NusaMap --sebuah pengembang peta GPS lokal dengan cakupan Jawa-Bali-- untuk membantu penggunannya bernavigasi saat melakukan perjalanan luar kota.

Ukuran fisiknya memang lebih besar (13x9,8cm) jika dibandingkan perangkat ponsel biasa. Maklumlah di depannya bercokol layar LCD 5" dengan reolusi VGA yang terang dan cukup nyaman dilihat. Agar selalu terlindung saat tidak digunakan dibuat penutup khusus yang sekaligus bisa berfungsi sebagai keyboard dan kaki perangkat saat berdiri di meja. Jika membutuhkan kamera digital, pengguna Dopod U1000 bisa memanfaatkan kamera internalnya yang memiliki resolusi maksimal 3 megapiksel dan kemampuan fokus otomatis.

Sebenarnya ada 2 kamera di perangkat ini yang berfungsi untuk menampilkan gambar pengguna ke lawan bicaranya saat melakukan panggilan video lewat jaringan 3G yang sudah mendukung teknologi Highspeed Data Packet Access (HSDPA).

Yang unik dari Dopod U1000 ini adalah ketersediaan feature VueFlo yang merupakan sensor khusus untuk mendeteksi gerakan di perangkat. Feature ini sangat berguna saat Anda sedang mengakses internet menggunakan browser Opera dan enggan memegang stylus. Dengan memiringkan perangkat ke arah yang diinginkan, VueFlo akan memerintahkan Opera untuk menggeser (scroll) halaman Web sesuai sudut dan arah kemiringan.

Di Indonesia Dopod U1000 dijual melalui reseller resmi Dopod dengan kisaran harga 13 juta dan tersedia mulai awal April 2007. (Brama-www.ilmukomputer.com)

Vista Resmi Hadir Di Indonesia

infokomputer.com, Setelah sempat lama tertunda, Microsoft Indonesia akhirnya meluncurkan 3 produk paling anyarnya hari ini (11/4) yaitu Office 2007, Windows Vista, dan Exchange Server 2007.

Sebenarnya hari besar Microsoft Indonesia ini sedikit terlambat karena di pasar global ketiga produk tadi sudah diperkenalkan pada Januari lalu. Bahkan Windows Vista sudah dipasarkan kedalam 18 terjemahan bahasa yang berbeda. Indonesia sendiri merupakan salah satu dari 70 negara yang sudah dianggap Microsoft siap menerima 3 produknya ini.

Dalam penggunaannya nanti Windows Vista dan Office 2007 diharap bisa mengubah cara kerja pengguna komputer menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Harapan tadi disampaikan Ari Kunwidodo (Wakil Presiden Direktur, Microsoft Indonesia) disela-sela acara peluncuran Vista, Office dan Exchange. "Kami telah melakukan tes awal dari kedua produk ini yang melibatkan jutaan konsumen. Hasil tes mengungkapkan bahwa Windows Vista dan Office 2007 dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan aspirasi para konsumen," tambah Ari.

Microsoft optimis bahwa produk-produk barunya ini akan bisa diterima pasar dengan baik, utamanya di Indonesia. Ini terlihat dari angka penjualan Windows Vista yang sudah mencapai 20 juta kopi sejak diperkenalkan di pasar global, atau lebih tinggi 6 juta kopi dibanding penjualan Windows XP saat baru diperkenalkan.

Meskipun belum ada data pasti untuk pasar lokal, nampaknya hal yang sama juga bakal terjadi di Indonesia. Sebab Vista dan Office 2007 benar-benar hadir dengan segudang feature baru dengan antarmuka yang sudah disempurnakan dan lebih mudah digunakan. Keduanya sengaja dikhususkan untuk pasar retail yang kebanyakan penggunanya masih awam teknologi.

Lain lagi dengan Exchange Server 2007 yang bakal lebih memanjakan konsumen korporat. Di versi terbarunya ini Exchange hadir dengan kemampuan unified messaging yang menggabungkan voice mail, fax, dan email dalam inbox tunggal. Dukungan perangkat mobile juga terus diperkaya Microsoft di Exchange 2007 dengan harapan bisa mempermudah penggunaan Outlook di perangkat genggam. (Brama-www.ilmukomputer.com)

Vista Lampaui Prestasi XP


Microsoft menyatakan bahwa hingga saat ini Windows Vista telah terjual lebih dari 20 juta copy sejak peluncuran pertamanya pada 30 Januari lalu. Sebagai perbandingan, dalam dua bulan pertamanya Windows XP terjual sebanyak 17 juta copy.

Wakil direktur perusahaan, Bill Veghte, mengatakan bahwa pihak Microsoft sangat bersemangat melihat reaksi pasar yang luar biasa begitu Windows Vista diluncurkan.

Tapi tentu saja, pasar PC telah jauh berkembang ketimbang ketika Windows XP diluncurkan. Di tahun 2001, pengiriman PC mencapai jumlah sebanyak 136 juta unit. Sementara pada tahun lalu, jumlahnya mencapai hingga 227 juta unit komputer.

Baik pihak Microsoft maupun pembuat PC juga telah menyatakan bahwa mereka sedang mencoba untuk mengembangkan versi yang lebih tinggi dari Vista. Ketika XP memulai debutnya di tahun 2001, ia datang dengan dua versi yakni Home dan Professional. Kemudian terdapat versi Tablet PC serta Media Center. Kini Vista hadir dalam 6 versi yakni Home Basic, Home Premium, Business, Enterprise serta Ultimate dan Starter Edition yang biasa di-install pada PC baru. (novi)

www.cnet.com

Mouse Sentuh Pengganti Scroll


Genius, salah satu brand yang memproduksi mouse di Taiwan mengumumkan akan dipasarkannya Opto Mouse pertama di dunia. Jenis mouse ini bekerja berdasarkan deteksi sensor sentuh, dimana fungsi ini menggantikan sistem scroll pada mouse kebanyakan saat ini.

Opto Mouse memiliki 1600 dpi sensor sentuh, yang menjadikan mouse ini bekerja multidirectional scrolling; dapat digerakan langsung ke berbagai penjuru sehingga memudahkan penggunanya. Cukup menyentuh Opto Wheel atau juga disebut the blue eye, maka dengan cepat kita dapat mencapai ke bagian yang dimaksud.

Dengan kemampuan sensor Opto Wheel yang halus, menjadikan mouse ini dapat bekerja optimal dalam kecepatan tinggi ketika digerakkan. Opto Mouse dapat digunakan dalam berbagai pengoperasian Windows seperti Vista, XP, 2003, 2000 maupun Mac OS X.

Tertarik untuk mengganti mouse baru? (list)

www.trendhunter.com

Thursday, March 1, 2007

Salah Kaprah AJAX dan Web 2.0

 Saya tertarik untuk membuat tulisan ini karena dari beberapa artikel yang saya baca, terutama dari media cetak lokal terdapat salah kaprah mengenai AJAX dan Web 2.0. Ini penting untuk anda ketahui karena beberapa penulis artikel komputer tidak mempunyai latar belakang komputer melainkan mencomot tulisan sana-sini yang berasal dari Internet bahkan dari Wikipedia yang mungkin berasal dari penulis yang tidak kompeten di bidangnya.

Programmer yang pernah mendevelop Web App sebelum jaman AJAX bergema, tentu saja tersenyum ketika jargon AJAX muncul di sana-sini, apalagi bagi mereka yang berkutat di era mainframe. Di lain pihak bagi programmer RAD seperti Delphi dan VB tentu tidak asing lagi dengan Intraweb dan DevExpress yang jauh-jauh hari sudah ada. Sekali lagi, ramalan I Made Wiryana tentang pekembangan IT semakin mendekati buktinya, meskipun dituangkannya dalam bentuk lamunan, mungkinkah ia pernah dikirim oleh mesin waktu ke tahun 2006 ini? . Untuk memberikan wawasan kepada anda mengenai AJAX dan Web 2.0 ini sesungguhnya silahkan simak artikel berikut ini.

  1. AJAX membuat proses pada website lebih cepat, benarkah?
    Ini tidak sepenuhnya benar! Yang benar adalah karena AJAX mendukung asynchronous sehingga halaman web dapat diupdate seperlunya saja maka proses update website menjadi lebih cepat karena tidak seluruh halaman di download. Tetapi harus anda ingat bahwa pada waktu anda mengedit website tersebut maka browser harus men-load editor tersebut di mana komponen-komponen penunjangnya juga harus di-load dari server ke PC anda! Semakin kompleks sebuah editor maka semakin lama proses loading-nya.

  2. Apa sebenarnya Web 2.0 itu?
    Web 2.0 hanyalah sebuah istilah untuk menunjukkan bahwa teknologi website saat ini memasuki generasi versi 2.0 sesuai penamaan versioning yang ada, sehingga jika anda peningkatan akan dinamai Web 2.1, 2.2, 3.0 dan seterusnya. Pada Web 2.0 aplikasi dijalankan di atas browser bukan di atas platform OS itu secara langsung. Singkatnya, OS menjalankan Browser kemudian Browser menjalankan Application. Dengan demikian proses menjadi lebih lambat. Tetapi ada keuntungannya, yaitu anda tidak perlu melakukan install secara manual karena aplikasi yang dibutuhkan langsung di-download melalui browser tersebut karena itulah disebut Web Application. Sebenarnya sampai saat ini kemampuan Web Application masih belum sempurna, artinya kemampuannya terbatas dibandingkan dengan versi desktopnya.

  3. Benarkah Web Application lebih kecil ukurannya?
    Ya dan tidak. Web application jika seluruh softwarenya di-compile dan diletakkan di server maka sangat besar ukurannya, karena itulah lahirlah teknologi .Net dan JRE (Java Runtime Environment), di mana keduanya merupakan library atau kumpulan fungsi yang dibutuhkan oleh program. Sehingga sebuah aplikasi pada Web Application dapat berukuran kecil karena sebagian ada di library. Dan ingat, tanpa library ini maka Web Application tersebut akan menjadi sangat besar. Nah, untuk itulah library ini perlu diinstall di PC anda, tahukah anda berapa besar ukuran file ini? Untuk .Net (MS .Net Framework 2.0) ukurannya 88.39 MB dan JRE (tepatnya J2SE Runtime Environment 5.0 Update 6) sebesar 119 MB. Angka 2 pada .Net dan J2SE menandakan teknologi Web 2.0. Itulah sebabnya mengapa ukuran Web Application lebih kecil dan karena terpisah (sebagaimana teknologi interpreter) maka Web App umumnya lebih lambat dibandingkan dengan versi dektop.

  4. Dapatkan Web 2.0 dipakai tanpa koneksi internet?
    Tidak. Sampai saat ini Web 2.0 membutuhkan koneksi internet tetapi dalam perkembangannya nanti akan muncul versi offline nya. Beberapa pengguna Yahoo Mail versi Beta kagum dengan interface baru yang berteknologi AJAX tetapi kemudian mereka kembali lagi ke OE (Outlook Express) karena lebih enak membaca email saat offline, lagipula biaya internet mahal dan koneksinya terbatas. Jadi Web App yang baik harus dapat bekerja secara online maupun offline, sehingga ketika sebuah entry perlu di-upload ke internet maka akan dilakukan ketika koneksi tersedia, sebaliknya sebuah dokumen Word yang hanya perlu anda disimpan di HD lokal tidak perlu di-upload.

  5. Apakah Web 2.0 Harus Memakai Internet Kecepatan Tinggi?
    Tidak juga. Artinya, jika anda memakai koneksi dial up dengan kecepatan umum di Indonesia yaitu 36-40 Kbps maka Web App bisa jalan tetapi silahkan ngopi dahulu saat Web App anda yang kompleks di download sampai 100%. Memang sambil menunggu anda dapat meneruskan pekerjaan anda. Karena itu design Web App yang efisien menjadi tantangan programmer web saat ini.

  6. Bagaimana cara membuat Web App yang efisien?
    Pertama, framework (istilahnya Microsoft) atau environment (istilahnya Java) harus mendekati titik sempurna. Artinya harus sebanyak mungkin fungsi tersedia di pustaka (library) ini, ingat sekitar 100 MB library sudah ada di PC anda! Karena masing-masing kubu punya jalan sendiri maka sebaiknya install kedua library ini di PC anda. Sedangkan Web App anda harus semaksimal mungkin memanfaatkan fungsi pada library ini sehingga ukurannya menjadi sangat kecil.

  7. Haruskah Aplikasi Desktop Pindah ke Web App?
    Sebuah aplikasi dektop cukup membutuhkan OS untuk jalan. Sedangkan Web App memerlukan browser, library, dan Web Server. Bahasa program VB, Delphi dan C++ tidak umum dipakai saat ini pada Web Server, umumnya dipakai Phyton, PHP dan ASP. Juga diperlukan script seperti Javascript dan VBscript. Memang ada beberapa komponen untuk memudahkan programming RAD, misalnya Intraweb (untuk Delphi) dan DevExpress (bisa untuk Delphi dan VB .Net), maupun VB .Net sendiri yang sudah mempunyai library internet untuk keperluan Web App. Komponen ini memudahkan programmer high level language karena komponen yang akan menerjemahkannya ke Javascript atau Vbscript. Jika aplikasi dekstop anda tidak memerlukan fitur berbasis website maka tidak perlu dikonversi. Perhatikan pula masalah sekuritas, karena applikasi berbasis web ini lebih rawan terhadap serangan.

  8. Saya lihat dan baca banyak sekali framework Web 2.0, mana yang harus saya pakai?
    Itulah teknologi, saat mulai bertumbuh maka developer berusaha mencuri perhatian dengan membuat framework dan tool untuk memudahkan implementasi WEB 2.0 ini, terutama dengan jargon AJAX. Saat ini yang terbaik adalah wait and see. Karena sekali anda memilih framework merek A maka sulit untuk pindah ke merek B. Pada akhirnya framework dengan pemakai yang terbanyak dan didukung vendor besarlah yang akan menang. Tentu saja menguntungkan jika framework anda mendukung baik .Net maupun JRE. Ada baiknya anda mulai belajar menggunakan yang lebih native seperti Java Server Creator atau Microsoft .Net Studio sehingga anda dapat mengerti teknologi dibalik komponen penunjang Web App. Ya, Web App masih terlalu dini saat ini. Perang antara kubu Java dan .Net sebenarnya baru saja dimulai.

KELEMAHAN WEB APP

  1. Web App lebih lambat daripada aplikasi desktop. Ini wajar, karena prosesnya kembali ke mode interpreter, seperti jaman program Basic dahulu. Web App berinteraksi dengan library yang ada di lokal PC. Engine pada browser berperan dalam waktu pemrosesan.

  2. Sekuritas. Masalah keamanan pada Web App, banyak sekali celah keamanan yang dapat ditembus, bahkan beberapa celah keamanan yang terdapat di browser masih belum diselesaikan. Firefox yang disebut sebagai browser paling aman ternyata hanya sekedar marketing trick saja! Buktinya sejak versi 1.0 Stable diluncurkan sampai dengan versi 1.5 terdapat ratusan bug, mulai dari bug sederhana sampai yang berbahaya! Sedangkan IE dapat dikatakan lebih aman karena sudah melewati ratusan bug.

  3. Dapat saja terjadi seorang hacker membelokan layanan yang anda minta dengan 2 cara: pertama, ketika anda klik pada dokumen Excel misalnya, maka layanan akan dibelokkan ke site tertentu. Kedua, hacker membuat koneksi layanan ke server sehingga server mengira bahwa Web App nya sedang berinteraksi dengannya, padahal bukan.

  4. Siapa atau apa yang dapat menjamin bahwa Web App yang disediakan server adalah aman? Ini menjadi dilema pada saat modus offline diperkenankan untuk mengakses lokal PC anda. Atau bagaimana jika seseorang mengirim Web App seakan-akan kirimannya adalah update terbaru sebuah Web App? Atau mungkin sebuah Web App melakukan modifikasi terhadap layanan yang lain? Bisa jadi file Excel yang dibuat oleh Web App merek A kemudian diedit oleh Web App merek B dan kemudian dibaca oleh Web App merek C.

  5. Promosi Web App yang berlebihan mengaburkan peranan Web App itu sendiri. Jargon AJAX muncul sana-sini seakan-akan AJAX adalah senjata pamungkas! Mereka yang tidak waspada dan tidak pernah membuat Web App dari dasar akan mudah sekali terjebak pada promosi ini. Intinya Web App masih berupa tunas yang baru tumbuh.

KESIMPULAN

Sebuah deskripsi yang masih sangat kabur terbentang mengenai perkembangan Web App ini. Semua orang berharap mendapatkan aplikasi yang lebih baik, lebih cepat, lebih efisien dan lebih segala-galanya. Salah satu benang kusutnya adalah terlibatnya sejumlah trik marketing untuk mempromosikan Web App 2.0. Sehingga pembaca ketika mencoba googling 'AJAX atau Web App 2.0" akan dihadirkan dengan jutaan website, sebagian di antaranya dibumbui dengan trik marketing yang hebat.

Jadi bagaimana? Secara pribadi, saya menyarankan anda untuk "wait and see but still try". Artinya, tunggu saja sampai implementasi yang ada berhasil tetapi tetap mencobanya di lingkungan laboratorium. Lihat saja sampai kekurangan pada Web 2.0 diperbaiki di versi 2.1, 2.2 dan selanjutnya. Sebagai bahan pertimbangan mengapa saya berpikir demikian adalah:

  • Sampai saat ini layanan Yahoo Mail berbasis Web Appmasih belum sempurna, beberapa fungsi masih belum bekerja di Web App.
  • Sampai saat ini, layanan mirip Excel yaitu www.irows.com dan www.Zohowroter.com belum sempurna. Keduanya belum dapat menggantikan Excel 100%. Bahkan sangat lambat ketika 100.000 baris data anda masukkan dan lakukan perintah sederhana seperti scrolling dan sorting!
  • Layanan gOffice (www.goffice.com) yang mempunyai web app mirip Adode PageMaker ternyata hanya kulitnya saja alias hanya memiliki kemampuan terbatas!
  • Tolak ukur keberhasilan Web App ini salah satunya ada pada CMS Joomla! Mengapa? Karena CMS inilah yang paling banyak penggunanya dan implementasi AJAX dimulai pada Joomla 1.5 (saat ini masih 1.5 Beta 1). Sedangkan untuk kubu .Net tolak ukurnya adalah CMS DNN (DotNetNuke).
Saat ini lebih baik waktu dimanfaatkan untuk membenahi sistem anda, lakukan audit/evaluasi terhadap sistem yang sudah anda miliki. Dan luangkan waktu untuk tetap memonitor perkembangan tekonologi Web App ini. Cobalah gunakan aplikasi Web App yang sudah tersedia untuk mengerjakan tugas yang kompleks di Excel dan PageMaker sehingga anda lebih mengerti apa yang dimaksud dengan kemampuan terbatas pada kedua aplikasi berbasis web tersebut. Bagi kubu Java memang pusing tujuh keliling karena solusi yang ditawarkan terlalu banyak dan tidak seragam. Sedangkan bagi kubu .Net dapat lebih lega karena meskipun solusinya banyak namun masih dalam garis teknologi .Net itu sendiri. Kedua kubu menawarkan tools yang gratis, jadi harga bukan merupakan ukuran lagi saat ini. Bahkan source code Web App yang dihasilkan kedua belah pihak sama-sama terbuka, setidaknya tidak sulit mencari sourcenya. Pada akhirnya waktu jualah yang menunjukkan bagaimana perkembangan Web App ini, setidaknya menurut pendapat pribadi saya, tunggu sampai Web App versi 2.5 atau 6-12 bulan ke depan. (wendy)

Infrastruktur tidak mendukung

Banyaknya manfaat yang didapat dari AJAX dan Web 2.0 harus dibayar mahal dengan bandwidth yang dibutuhkan. Apalagi untuk Indonesia yang masih banyak menggunakan dial up, saya develop beberapa situs under modx framework yang dari versi awal memang sudah mendukung AJAX dan WEB 2.0 terasa banget akan kebutuhan bandwidth yang cukup besar. So kita memang harus selalu menunggu, semoga rencana pemerintah membangun jaringan fiber optic untuk jalur international bagi kebutuhan internet tahun depan terlaksana sehingga jadi murah dan cepeet Laughing.

(http://www.drupal-id.com/id/salah_kaprah_ajax_dan_web_2_0)